Underwriter Asuransi Adalah Beserta Perannya

Underwriter Asuransi Adalah Beserta Perannya – Sebagai pemegang polis, apa tujuan anda dalam membeli produk asuransi? Jawabannya pasti untuk mendapatkan manfaat dari asuransi tersebut. Manfaat asuransi dapat anda dapatkan dengan cara klaim asuransi pada saat risiko terjadi.

Manfaat asuransi tersebut juga dapat anda rasakan dalam bentuk cover biaya maupun uang pertanggungan. Nah, pada asuransi kesehatan anda akan mengenal istilah underwriter pada saat melakukan klaim asuransi. Apakah underwriter dan apa perannya?

Apa itu Underwriter Asuransi?

Underwriter asuransi adalah orang yang bertugas untuk memeriksa, menilai, dan menguji kelayakan nasabah untuk menerima manfaat asuransi dari pihak perusahaan.

Tujuan utama dari underwriter adalah mengetahui kondisi nasabah atas risiko yang telah ia asuransikan. Sedangkan underwriting adalah laporan hasil pemeriksaan atau analisis terhadap risiko yang telah diasuransikan oleh nasabah.

Agar lebih jelasnya kita akan ilustrasikan. Misalnya, seorang nasabah membeli polis asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan tersebut memberikan manfaat perlindungan dari gangguan kesehatan. Pada suatu hari, nasabah ini menderita sakit paru- paru.

Sedang Trending :  Tiga Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik

Kemudian, nasabah tersebut ingin melakukan klaim atas asuransinya. Nah sebelum dana asuransinya diterima. Maka, underwriter akan melakukan pengecekan terlebih dahulu kepada nasabah tersebut. Pengecekan tersebut bertujuan untuk menganalisa penyebab penyakit yang ia derita.

Apakah penyakit tersebut murni karena gangguan kesehatan atau karena kelalaiannya sendiri. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata underwriter menemukan bahwa penyebab sakit paru- paru tersebut murni karena gangguan kesehatan.

Maka, pihak asuransi akan memberikan klaim 100% sesuai dengan perjanjian. Lain halnya jika penyakit paru- paru tersebut disebabkan oleh kebiasaan merokok. Maka kondisi tersebut akan tergolong sebagai kelalaian dari nasabah atau pemegang polis. Alhasil, klaim atas manfaat tidak akan diberikan 100%.

Sedang Trending :  Rekomendasi Perusahaan Asuransi Kesehatan Terbaik Di Indonesia

Peran & Tugas Underwriter Asuransi

Mengumpulkan Informasi Pihak Tertanggung

Underwriter berperan sebagai pengumpul informasi nasabah. Informasi tersebut meliputi biodata dan hal- hal yang berkaitan dengan kesehatan yang diasuransikan oleh nasabah.

Underwriter harus mengumpulkan data sebanyak- banyaknya untuk menghasilkan analisis yang akurat. Data- data yang terkumpul berguna untuk proses pengambilan keputusan dan pemeriksaan.

Melakukan Verifikasi

Selanjutnya underwriter akan melakukan verifikasi terhadap data yang sudah terkumpul. Biasanya, underwriter akan mengecek kebenaran data- data tersebut. Contohnya melakukan pengecekan pada SLIK OJK dan data pembayaran pajak. Sehingga, data yang terkumpul memuat informasi yang valid.

Appraisal

Setelah mendapatkan informasi sebagai bahan analisis dan pemeriksaan. Selanjutnya, underwriter akan melakukan appraisal atau perkiraan klaim yang sesuai dengan hasil analisi. Pada tahap ini, peran underwriter dalam memeriksa dan menganalisis dilakukan.

Sedang Trending :  Cara Pembelian Asuransi Yang Bisa Anda   Lakukan

Underwriter akan memproses data- data tersebut kemudian melakukan perkiraan sebelum membuat laporan. Apabila sudah menghasilkan estimasi appraisal, maka underwriter akan membuat laporan underwriting.

Menyampaikan Keputusan

Terakhir, peran underwriter adalah menyampaikan keputusan klaim kepada nasabah. Underwriter akan mengkomunikasikan kepada nasabah terkait klaim asuransi yang mereka dapatkan berdasarkan hasil analisis terhadap data yang valid.

Tugas tambahan seorang underwriter adalah menyampaikan rasionalisasi. Tidak semua nasabah mau mendapatkan klaim yang kurang dari persentase 100%. Semua nasabah menginginkan dana manfaat sebesar 100% sesuai perjanjian.

Namun, ketika hasil pemeriksaan menujukkan bahwa terdapat kelalaian atau hal lain yang tidak sesuai dengan ketentuan perjanjian.

Seperti kelalain oleh individu atau pemegang polis terhadap kesehatannya. Maka, underwriter harus menyampaikan rasionalisasi kepada nasabah. Sehingga nasabah dapat memahami mengapa ia mendapatkan klaim kurang dari 100%.

Demikian pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.