Prinsip Asuransi Syariah Yang Penting Dipelajari

Prinsip Asuransi Syariah Yang Penting Dipelajari- Mengetahui prinsip asuransi adalah sebuah hal yang cukup penting untuk dilakukan bagi siapapun yang ingin membeli asuransi, termasuk jika ingin membeli asuransi syariah. Karena dengan pengetahuan mengenai prinsip-prinsipnya, anda  akan merasa lebih aman membeli dan mempercayakan dana yang ada. Ia kan?

Karena untuk saat ini, cukup banyak loh masyarakat kita yang sibuk membeli asuransi tapi nggak tahu ilmunya. Sehingga di tengah jalan, atau suatu hari nanti mereka menyesal.

Biasanya, kasus seperti ini dikarenakan membeli asuransi hanya karena ikut ikutan saja, baik itu ikut-ikutan teman, atau ikut ikutan trend. Nah sebagai generasi terbaik, tentu sudah bukan waktunya lagi buat melakukan sesuatu hanya modal ikut-ikutan kan?

Anda  harus menyadari, bahwa dengan modal ikut-ikutan bakalan membuat anda  rugi. Oleh karena itu, berikut ini merupakan prinsip asuransi syariah yang penting untuk dipelajari dan dipahami.

Pengertian prinsip asuransi

Prinsip asuransi sendiri merupakan hal-hal yang mendasari perjanjian kontrak asuransi, yakni antara pihak perusahaan atau penanggung dengan tertanggung yaitu yang memegang polis alias nasabah.

Adapun tujuan dari prinsip ini adalah untuk  mengalihkan risiko kepada pihak perusahaan asuransi, yakni dengan membayar premi. Sehingga ada yang namanya sifat ‘simbiosis mutualisme’. Atau memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Tidak ada yang merasa dirugikan.

Prinsip asuransi syariah

Berikut ini merupakan beberapa prinsip asuransi syariah:

Menghindari riba

Sebagai umat islam, kita sadar betul, bahwasanya riba merupakan sebuah perbuatan yang dilarang keras oleh agama. Sehingga, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya.

Nah menariknya, asuransi syariah ini mempunyai sebuah prinsip berupa menghindari riba. Jadi, bakalan cukup aman dijadikan sebagai pilihan.

Itu artinya, segala dana ataupun premi yang anda  bayarkan nantinya kepada pihak perusahaan memang wajib ditempatkan pada berbagai macam jenis, yang sesuai dengan ketentuan islam. Konsepnya berlaku terhadap seluruh produk asuransi syariah ya.

Sedang Trending :  Prinsip Asuransi Konvensional

Dilanda si dengan prinsip amanah

Prinsip asuransi yang pertama adalah amanah. Dalam islam, setiap orang diharuskan untuk selalu amanah dalam berperilaku. Jika dalam lingkup yang kecil saja amanah menjadi kewajiban, apalagi dalam lingkup yang besar seperti asuransi.

Ia kan? Perilaku amanah ini bukan hanya berlaku untuk nasabah saja, tapi juga berlaku untuk para pengelola dana asuransinya. Dalam hal ini, pihak nasabah meski selalu jujur saat akan mengajukan klaim.

Sementara dari pihak perusahaan meski menyadari, bahwa mereka tidak boleh semena-mena dalam mencari keuntungan besar, termasuk di dalamnya ketika akan mengambil keputusan.

Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mencari perusahaan asuransi syariah yang kredibel dan amanah ya. Caranya adalah dengan memeriksa rekam jejak perusahaan tersebut. Hal ini agar anda  tidak akan mengalami kerugian nantinya.

Menghindari bertaruh

Adapun prinsip asuransi yang berikutnya adalah menghindari bertaruh. Sebagaimana halnya riba, asuransi syariah jauh menerapkan prinsip asuransi menghindari bertaruh.

Sedang Trending :  Asuransi Motor Yang Terpercaya Dan Terbaik

Yang mana, prinsip ini sangat berbeda dengan asuransi konvensional yang pada umumnya justru menggunakan prinsip maisir alias taruhan atau gambling.

Perusahaan asuransi syariah sangat menghindari yang namanya konsep tadi, dan menerapkan sistem risk sharing, alias berbagi risiko dalam pelayanan.

Menghindari gharar

Yang berikutnya adalah menghindari gharar. Selain menghindari pertaruhan, kemudian riba, maka asuransi syariah jaga menghindari gharar, alias ketidakjelasan. Dengan konsep risk sharing, maka kedua belah pihak meski mengutamakan kejelasan di awal.

Menghindari praktek suap menyuap

Untuk prinsip asuransi yang terakhir adalah menjauhi praktik suap menyuap. Pihak perusahaan dan nasabah meski menjauhkan dirinya dari yang namanya kegiatan suap menyuap. Karena ini sangat dilarang dalam agama islam.

Suap menyuap sendiri merupakan kegiatan yang bakalan memberikan keuntungan kepada salah satu pihak saja, sementara pihak yang lainnya akan dirugikan.