Perbedaan Investasi Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang

Investasi jangka pendek– Jika mengacu pada waktu pelaksanaannya, investasi terbagi menjadi tiga jenis.

Yaitu investasi jangka panjang, jangka menengah, dan juga jangka pendek investasi.

Dan jika kita perhatikan, banyak sekali masyarakat Indonesia yang lebih memilih untuk melakukan investasi jangka pendek.

Tentu hal ini didasarkan pada berbagai macam keunggulan ataupun kelebihan yang ditawarkan nya.

Untuk itu. sangat baik jika kita membahas apa saja perbedaan antara ketiga jenis ini.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai apa itu investasi dan juga perbedaan antara ketiga jenis investasi.

Pengertian investasi

Kita tidak bisa memungkiri, bahwa untuk saat ini, investasi menjadi salah satu istilah yang sangat populer dan dekat dengan banyak orang.

Bahkan mungkin, nyaris semua orang pernah mendengar dan menyebutkan istilah ini.

Ia nggak sih? Nah sederhananya, investasi adalah aktivitas menanamkan modal dengan berharap mendapatkan sejumlah keuntungan dari modal yang sudah ditanamkan.

Untuk orang yang melakukan investasi biasa disebut dengan investor.

Sedang Trending :  Apa itu Investasi Leher Ke Atas? Simak Penjelasannya Berikut

Pernah dong mendengar istilah ini? Sering disebut-sebut juga kan di berbagai siaran.

Perbedaan investasi jangka panjang menengah dan pendek

Jika sudah memutuskan untuk berinvestasi, ada baiknya jika anda mengetahui tujuan utama dari investasi yang akan anda lakukan.

Karena biasanya, masing-masing jenis ini mempunyai tujuan yang berbeda-beda.

Untuk investasi jangka pendek biasanya dilakukan jika ingin mengatasi kondisi ekonomi yang mungkin memburuk suatu hari nanti.

Sementara untuk yang panjang, pada umumnya dilakukan untuk pendanaan ketika masa pensiun ataupun pendidikan anak. Simak perbedaan mendasarnya berikut.

Investasi jangka pendek

Sesuai dengan namanya, investasi ini bisa dilakukan hanya dengan waktu yang sangat singkat, bahkan tidak sedikit yang mengatakan jangka waktunya itu tidak sampai 1 tahun  loh.

Seskipun sebenarnya ada beberapa juga yang mengatakan investasi jangka pendek ini dilakukan selama beberapa bulan sampai maksimal 3 tahun.

Jika memilih berinvestasi untuk jangka yang pendek, maka akan lebih baik jika Anda menggunakan instrumen yang memang resikonya lebih rendah.

Sedang Trending :  4 Risiko Investasi Jangka Pendek

Misal, deposito, obligasi negara ritel, Reksadana pasar uang, pear to pear landing, dan lain sebagainy.

Hanya saja, keuntungan yang akan didapatkan tentu sebanding dengan riisko yang akan anda peroleh.

Karena biasanya, risiko yang kecil sangat identik dengan keuntungan yang juga cukup kecil.

Deposito sendiri menawarkan tingkat bunga yang berkisar di angka 12 sampai dengan 16% setiap tahunnya.

Tergantung dengan tentang waktu ataupun tenor dan juga nilai simpanan yang Anda lakukan.

Yang terpenting adalah, jangan lupa untuk mencari instrumen yang memang mudah proses pencairannya.

Hal ini agar memudahkan anda ketika akan menggunakan data tersebut

Investasi jangka menengah

Untuk investasi yang kedua adalah investasi dengan jangka waktu mulai dari 1 tahun sampai dengan 5 tahun.

Adapun tujuan investasi satu ini biasanya untuk mempersiapkan DP rumah, kemudian melanjutkan pendidikan, ataupun yang lainnya.

Adapun instrumen yang cocok untuk jangka menengah misalnya, sukuk ritel, kemudian reksadana campuran, ori, Reksadana. Pendapatan tetap ataupun yang lainnya.

Sedang Trending :  Langkah-Langkah Investasi Jangka Pendek

Jenis investasi yang satu ini sangat pas untuk anda dengan profit risiko moderat dan konservasi konservatif.

Dan biasanya tingkat keuntungan ataupun imbal hasil dari Reksadana pendapatan tetap dengan campuran akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana pasar uang  loh.

Investasi jangka panjang

Untuk yang terakhir adalah investasi jangka panjang. Sesuai dengan namanya, investasi ini mempunyai waktu yang lebih lama dibandingkan dengan 2 investasi di atas.

Yaitu d iatas 5 tahun. Jenis satu ini sangat pas untuk Anda yang mempunyai tujuan keuangan di masa yang akan datang.

Misalnya akan membeli rumah, kemudian dana pensiunan, biaya pendidikan anak, atau yang lainnya.

Sama halnya seperti dua jenis investasi yang lain. Di mana, anda meski memilih instrumen yang pas hal ini agar keuntungan yang bisa didapatkan jauh lebih besar.

Misalnya ada Reksadana saham, saham, emas, ataupun yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.